Aktualkaltim,Samarinda- Hujan yang turun pelan di pelataran Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) siang itu menjadi saksi langkah penuh makna Rahmatullah, dosen Universitas Muhammadiyah Berau, yang baru saja menuntaskan sidang hasil penelitian program doktoralnya.
Dengan jas merah almamater dan ransel hitam di punggung, Rahmatullah berdiri tegak di depan gedung FISIP Unhas, menandai babak baru dalam perjalanan akademiknya sebagai dosen dari ujung Kalimantan Timur.
“Ini bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang tanggung jawab moral untuk menunjukkan bahwa dari daerah pun, kita bisa menghasilkan karya ilmiah yang berdampak luas,” ujarnya usai sidang, Senin (21/10/2025).
Perjalanan menuju tahap ini tidak mudah. Selama berbulan-bulan, Rahmatullah harus meninggalkan keluarga dan kenyamanan rumah di Berau. Malam-malam panjang ia habiskan di depan laptop, bergelut dengan data, teori, dan revisi. Meski begitu, semangatnya tidak pernah surut. “Perjuangan di bidang akademik adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan daerah,” tuturnya.
Capaian Rahmatullah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Universitas Muhammadiyah Berau. Salah satu rekan dosennya menyebut, pencapaian tersebut membuktikan bahwa dosen dari daerah pun mampu bersaing di level nasional. “Kita menyaksikan bagaimana mimpi yang lahir dari ruang sederhana bisa tumbuh menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.
Kini, setelah melewati tahap penting dalam studinya di Unhas, Rahmatullah bertekad untuk kembali ke Berau. Ia ingin mengabdi dan mentransformasikan ilmu yang diperoleh menjadi energi perubahan di kampus dan masyarakat.
“Hujan di Makassar hari itu memang turun perlahan, tapi semangat untuk terus belajar dan berjuang tidak akan pernah padam,” tutup Rahmatullah dengan senyum.












