Aktualkaltim.com, Samarinda – Kota Samarinda, sebagai ibu kota Kalimantan Timur (Kaltim), dituntut untuk menunjukkan kemajuan pesat dan menjadi “etalase” Kaltim di mata nasional maupun internasional.
Terlebih, posisi Kota Tepian ini semakin strategis seiring dengan masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Anggota DPRD Kaltim, Sugiono, menegaskan hal tersebut. “Samarinda ini etalase Kaltim, jadi harus tampil sebagai kota yang tertata dan berkembang pesat,” kata Sugiono.
Mantan Ketua DPRD Kota Samarinda ini menilai, dengan semakin terbentuknya IKN, tuntutan terhadap kota-kota penyangga, khususnya Samarinda, akan semakin tinggi.
Dalam kesempatan ini, Sugiono juga secara khusus memberikan apresiasi atas kinerja Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang baru saja memulai periode keduanya.
Menurut Sugiono, kepemimpinan Andi Harun telah menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dalam pengendalian banjir, yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Samarinda.
“Di masa Pak Andi Harun, banjir bisa diatasi dengan baik. Meski masih ada beberapa titik banjir, tapi tidak signifikan. Air cepat surut, dan proyek pengendalian terus dijalankan,” kata Sugiono.
Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam menanggulangi banjir ini bukan hanya meringankan beban warga, tetapi juga menjadi modal penting bagi Samarinda untuk menarik investasi dan mengembangkan potensi lain di tengah geliat IKN.
Upaya konkret Pemerintah Kota Samarinda dalam menekan angka banjir, seperti proyek drainase terpadu, normalisasi sungai, dan pembangunan kolam retensi, dinilai Sugiono sebagai langkah jitu yang berdampak langsung.
Sugiono juga menyoroti konsep Trisula Pembangunan yang diusung Andi Harun, yaitu pengendalian banjir, pembangunan infrastruktur dan tata kota, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, visi ini sangat relevan dan menjawab kebutuhan mendesak kota serta aspirasi masyarakat. Dengan adanya IKN, Samarinda diharapkan mampu menjadi pusat pendukung yang kuat, baik dari sisi logistik, SDM, maupun perekonomian.
Untuk mencapai itu semua, Sugiono mengatakan kuncinya adalah sinergitas pembangunan, yang selama ini menjadi momok mandeknya pembangunan karena saling kritik.
“Kalau semua pihak kompak, hasilnya akan lebih maksimal,” ujarnya.
DPRD Kaltim, kata Sugiono, siap memberikan dukungan penuh terhadap visi tersebut melalui pengawasan dan penganggaran.
“Sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, terutama untuk pembangunan IKN yang sangat masif ini,” pungkasnya.












