DPRD Kaltim Pastikan SPAM Indominco Segera Beroperasi Bulan Agustus

Aktualkaltim.com, Samarinda – Harapan ribuan warga Bontang untuk menikmati akses air bersih berkualitas kian mendekati kenyataan.

Pasalnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur memastikan bahwa proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional Indominco di Desa Suka Damai, Kutai Timur, ditargetkan beroperasi penuh pada Agustus tahun ini.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras, menjelaskan bahwa DPRD terus mengawal SPAM ini sebagai bentuk komitmen Pemprov Kaltim bersama pihak terkait dalam menuntaskan persoalan akses air bersih bagi masyarakat.

Infrastruktur penting ini, yang dibangun di kawasan bekas tambang PT Indominco, mencakup pembangunan unit produksi senilai Rp59,93 miliar dan distribusi pipa sepanjang 26 kilometer dengan biaya Rp24,27 miliar.

“Insyaallah percepatannya tahun ini akan fungsional, sehingga apa yang menjadi keinginan masyarakat Kutai Timur khususnya Kota Bontang bisa terealisasi,” ujar Agus Aras.

Agus Aras menambahkan, proyek ini merupakan hasil kerja sama multipihak. PT Indominco bertanggung jawab menarik jaringan pipa dari void tambang hingga ke instalasi pengolahan air, sementara Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim mengelola instalasi teknisnya.

SPAM Void Indominco dirancang dengan kapasitas hingga 249 liter per detik. Angka ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan ribuan rumah tangga di Bontang, yang selama ini sangat bergantung pada sumber air tanah yang kian menyusut.

Menurut Agus Aras, tanggung jawab provinsi dalam proyek ini sudah hampir rampung. Ia pun meminta masyarakat untuk sedikit bersabar hingga proyek ini sepenuhnya berfungsi.

“Kita berharap bulan Agustus bisa selesai dengan baik. Jadi mohon untuk masyarakat Kota Bontang sedikit bersabar,” ujarnya.

DPRD Kaltim berharap pembangunan SPAM ini menjadi solusi jangka panjang atas krisis air bersih dan menjadi model kolaborasi sukses antara pemerintah dan swasta dalam pengelolaan sumber daya air di daerah pasca-tambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *