Aktualkaltim.com, Samarinda – Aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Jakarta kembali mendapat sorotan positif. Bekas Wisma Kaltim yang kini bertransformasi menjadi Hotel Blue Sky Pandurata dinilai sebagai contoh konkret pengelolaan aset daerah yang produktif dan memberi kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menyampaikan hal itu usai melakukan kunjungan kerja ke hotel tersebut. Ia menilai keberadaan hotel yang dikelola melalui kerja sama antara PT Mustika Bina Swadaya (BUMD milik Kaltim) dengan PT Blue Sky itu telah menunjukkan kinerja yang patut diapresiasi.
“Dulu dikenal sebagai Wisma Kaltim, sekarang telah berubah menjadi hotel yang operasionalnya cukup stabil dan berjalan hampir 15 tahun. Ini bukti aset daerah bisa dikelola profesional di tengah persaingan Jakarta,” ujar Firnadi, Rabu (23/7/2025).
Ia menekankan bahwa pengelolaan aset di kota besar seperti Jakarta menuntut profesionalisme tinggi, mengingat persaingan sektor perhotelan sangat ketat. Dalam kunjungannya, pihak manajemen hotel juga menyampaikan bahwa mereka tengah melakukan berbagai inovasi, termasuk renovasi dan pembaruan fasilitas agar tetap kompetitif.
“PT Blue Sky Pandurata saat ini sedang meningkatkan kualitas fasilitas hotel untuk mempertahankan daya saing di kawasan elite yang dipenuhi hotel-hotel besar,” ungkapnya.
Firnadi menambahkan, hotel ini tidak hanya berhasil bertahan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur.
“Kontribusinya terhadap PAD mencapai sekitar Rp900 juta per tahun. Ini bukti bahwa aset kita jika dikelola benar, bisa menghasilkan,” ujarnya.
Melihat potensi tersebut, ia mendorong agar pola kerja sama serupa bisa direplikasi pada aset-aset lain milik Pemprov Kaltim, terutama yang masih belum tergarap optimal. Menurutnya, penguatan sektor non-migas melalui aset produktif seperti ini menjadi langkah strategis untuk menopang kemandirian fiskal daerah.
“Penting untuk terus mendorong peningkatan pembagian hasil dari pengelolaan aset ini. Kalau dimaksimalkan, kontribusinya ke PAD bisa lebih besar lagi,” tutupnya. (adv)












