Aktualkaltim.com, Samarinda – Kondisi keuangan Kalimantan Timur (Kaltim) yang diprediksi menurun menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Dari sebelumnya sekitar Rp 21 triliun, kini kemampuan fiskal Kaltim diperkirakan hanya mencapai Rp 18 triliun.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, mendorong Pemprov Kaltim untuk lebih fokus pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Perusda.
Menurut Syarifatul, penurunan fiskal ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif dan strategis dalam mengelola keuangan.
Ia menilai, salah satu sektor yang masih memiliki potensi besar untuk digarap adalah Perusda. Jika dikelola secara profesional dan transparan, BUMD bisa menjadi penopang utama keuangan daerah.
“Pemerintah provinsi harus terus menggali potensi PAD atau melakukan optimalisasi PAD dari seluruh sektor. Salah satunya itu Perusda yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan PAD,” jelas Syarifatul.
Lebih lanjut, legislator dari Dapil Berau, Kutai Timur, dan Bontang ini juga menyoroti minimnya kontribusi sektor tambang terhadap PAD Kaltim. Ia merasa perlu adanya terobosan agar Kaltim sebagai daerah penghasil sumber daya alam terbesar bisa mendapatkan keadilan yang lebih baik.
“Saat ini Komisi II DPRD Kaltim juga tengah menggagas bagaimana agar ada PAD dari sektor tambang. Karena kita ketahui bahwa ratusan triliun yang diambil pusat, kembali ke Kaltim hanya seperberapanya. Jadi kita perlu memikirkan keseimbangan keadilan untuk daerah penghasil, khususnya Kaltim,” terangnya.
Meski sebagian besar kewenangan pengelolaan tambang ada di pemerintah pusat, Syarifatul menekankan bahwa perusahaan tambang di Kaltim tetap harus memberikan dampak langsung yang signifikan kepada daerah.
Kolaborasi dengan sektor swasta, khususnya perusahaan tambang besar, sangat dibutuhkan untuk mendukung realisasi program strategis di tengah kondisi fiskal yang sedang melemah.
“Kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan besar, khususnya tambang yang mengeruk SDA luar biasa di Kaltim ini, penting agar ikut berperan serta dalam menyukseskan program unggulan Kaltim,” pungkas Syarifatul. (Adv)












