Kualitas Politik Cerminan Kesejahteraan Sosial, Sapto: Perlu Pendidikan Sejak Dini

Sapto Setyo Pramono,aktualkaltim

 

 

 

 

 

 

Aktualkaltim.com, Samarinda – Kesejahteraan sosial masyarakat adalah cerminan langsung dari kualitas politik yang baik.

Penegasan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, usai kegiatan penguatan demokrasi daerah di Hotel Royal Park Samarinda, Jum’at (1/8/2025).

Menurut Sapto, politik dan kesejahteraan sosial adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Ia meyakini, jika kualitas politik di Indonesia berada pada level yang tinggi, maka kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia pasti akan terwujud.

“Ketika kita bicara kesejahteraan sosial, maka kita akan lihat juga politik,” ujar Sapto.

Lebih lanjut, Sapto menjelaskan bahwa perpolitikan yang didukung oleh sumber daya manusia mumpuni, yang mampu menerjemahkan dan mengaplikasikan prinsip-prinsip berbangsa dan bernegara dengan baik, akan melahirkan kebijakan-kebijakan bermartabat. Kebijakan semacam itu, lanjutnya, pada akhirnya akan berdampak positif pada kesejahteraan sosial masyarakat.

Sapto tidak ragu menyoroti pentingnya etika dalam berpolitik. “Kalau politiknya enggak bagus, bagaimana kita mau mendapatkan kesejahteraan sosial yang bagus?” tanyanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau pemerintah pusat untuk merumuskan kebijakan berwawasan politik yang selaras dengan amanat Permendagri Nomor 36 Tahun 2010.

Lebih dari itu, Sapto memiliki harapan besar agar pendidikan politik tidak hanya diperkenalkan di bangku perkuliahan, tetapi juga sejak dini, bahkan di jenjang SMP dan SMA. Namun, ia menekankan bahwa pendidikan politik ini harus bersifat aplikatif, bukan hanya sekadar teori belaka.

“Masyarakat harus tahu apa itu politik, bagaimana berpolitik yang beretika, dan bagaimana politik digunakan untuk menciptakan kesejahteraan sosial,” tegasnya.

 

 

 

 

 

Ia menambahkan, pemerintah pusat harus memiliki kepekaan terhadap isu ini, mengingat politik dapat membawa kemaslahatan, namun juga potensi kehancuran.

“Politik itu ibarat pisau. Kalau digunakan oleh koki, dia akan memotong daging atau sayuran. Tapi kalau digunakan penjahat, bisa digunakan untuk membunuh. Itu politik!” Sapto.

Sapto juga menyoroti minimnya pendidikan politik yang selama ini hanya diterima mahasiswa di bangku kuliah. Ia mengakui pentingnya kegiatan penguatan demokrasi yang sering diadakan oleh DPRD Kaltim dengan mengundang mahasiswa, sebagai upaya agar mereka tidak antipati terhadap politik.

“Politik selama ini disuguhkan dengan drama-drama permusuhan, bukan drama-drama yang membangun bersama,” keluhnya.

Mengakhiri pernyataannya, Sapto menekankan krusialnya membekali generasi muda, terutama Gen Z, dengan wawasan politik yang baik.

“Kalau kita tidak memberikan edukasi terhadap anak-anak muda bagaimana berpolitik yang baik, bagaimana dia mendapatkan mentor yang baik, sangat bahaya mereka ke depannya,” pungkasnya.

(Ak/Lan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *