Kutim Juara Umum MTQ ke-45 Kaltim, Sulasih Harap Jadi Pemicu Cinta Al-Qur’an di Kalangan Muda

Aktualkaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Dapil VI, Sulasih, menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan Kafilah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meraih gelar Juara Umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kaltim yang digelar di Kutim pada 10–19 Juli 2025.

“Alhamdulillah, saya sangat bangga atas capaian ini. Menjadi juara umum adalah prestasi besar, bukan hanya untuk para peserta, tapi juga untuk daerah,” ungkap politisi perempuan itu, Rabu (23/7/2025).

Sulasih berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kutim agar semakin mencintai, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kemenangan ini bukan sekadar pencapaian lomba, melainkan bukti nyata kecintaan terhadap nilai-nilai spiritual yang diwariskan.

“Kebanggaan ini harus menjadi pemantik semangat bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya milik para pemenang,” tegasnya.

Dalam ajang MTQ ke-45 ini, Kafilah Kutim tampil dominan di berbagai cabang lomba. Nadita Aisyah Fiti dan Suroto Daldy menyabet gelar Qari’ah dan Qari terbaik di cabang Tilawah Dewasa, dengan nilai mendekati sempurna. Sementara di cabang Qira’at Mujawwad Dewasa, Imranul Karim meraih emas dengan skor fantastis 99,33.

Di cabang Tafsir Bahasa Inggris, dua peserta Kutim—Muhammad Abdin Syakir dan Sri Endang Budi Astuti—masuk dalam jajaran tiga terbaik. Sementara di bidang Kaligrafi, nama Ariel Anggara dan Muhammad Satrian mencuri perhatian lewat karya digital dan mushaf dengan skor tinggi. Tak kalah mencolok, di cabang Karya Tulis Ilmiah Qur’an (KTIQ), Muhammad Yoga Julyanur dinobatkan sebagai penulis terbaik.

Secara total, Kutim mengumpulkan 627 poin, jauh mengungguli pesaing terdekatnya Kutai Kartanegara (424 poin), disusul Samarinda (419) dan Bontang (294). Sementara itu, Paser, Balikpapan, Berau, Penajam Paser Utara, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu melengkapi posisi sepuluh besar.

Sulasih menegaskan, capaian ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Qur’ani, sekaligus menjaga warisan spiritual agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Prestasi ini harus kita jaga bersama, agar Kutim bukan hanya dikenal karena juara, tapi juga karena menjadi daerah yang memuliakan Al-Qur’an,” tutupnya.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *