Musrenbang Tematik Jadi Komitmen Bersama Hadirkan Pembangunan Inklusif

Oplus_131072

Musrenbang Tematik jadi komitmen bersama untuk hadirkan pembangunan inklusif. Adapun Dafip Haryanto selaku Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Urusan Pemuda, Disabilitas, Anak, Perempuan dan Budaya yang berlokasi di Ruang Rapat Lt.2 Bappeda Kukar padaSenin 05/05/2025.

Sambutan Sunggono selaku Sekda Kukar yang di bacakan oleh Dafip Haryanto telah menjelaskan kalau Musrenbang Tematik menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada kelompok rentan serta strategis.

“Tentu kita menyadari bahwa pemuda, penyandang disabilitas, perempuan, anak, dan pelaku budaya merupakan elemen penting dalam pembangunan daerah, namun selama ini belum sepenuhnya memperoleh ruang yang proporsional dalam perencanaan dan penganggaran,” ucap Sunggono.

“Melalui forum ini, kita ingin menggali aspirasi, menyerap kebutuhan, serta merumuskan usulan program dan kegiatan yang lebih berpihak dan menjawab langsung tantangan-tantangan yang dihadapi kelompok-kelompok ini di lapangan. Selain itu kami juga berharap Musrenbang ini dapat menjadi wadah sinergi antar perangkat daerah, mitra pembangunan, dan masyarakat sipil, sehingga program yang dihasilkan benar-benar konkrit, terintegrasi, dan berdampak nyata,” lanjutnya.

Ia menyatakan terkait pelaksanaan Musrenbang Tematik yang jadi implementasi dari pendekatan Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial (THIS) sebagaimana diamanatkan dalam RPJPD 2025–2045 dan didorong oleh kebijakan perencanaan nasional dan daerah.

“Atas nama pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi aktif dari semua perwakilan OPD serta organisasi maupun stakeholder terkait atas kehadirannya tentu Melalui forum ini, diharapkan perencanaan pembangunan daerah mampu menjawab isu-isu utama pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata dan berkeadilan,” jelasnya.

Diperlukan pendekatan perencanaan yang lebih fokus, mendalam, dan integratif, yakni melalui Musrenbang Tematik, dimana forum ini dapat membahas terkait tema tertentu yang menjadi prioritas pembangunan nasional maupun daerah. Dengan pendekatan ini, Pemerintah daerah dapat menggali permasalahan secara lebih komprehensif, melibatkan pemangku kepentingan yang relevan, dan menyusun program/ kegiatan yang lebih tajam serta tepat sasaran.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *