Program Koperasi Merah Putih Dimulai, DPRD Kaltim Tekankan Pengelolaan Koperasi Secara Profesional

Samarinda – Program nasional Koperasi Merah Putih resmi diluncurkan pemerintah pusat sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi dari tingkat desa.

Skema koperasi berbasis komunitas ini diyakini menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, dengan dukungan pembiayaan awal mencapai Rp3 miliar untuk tiap unit koperasi di desa atau kelurahan.

Meski ambisi besar pemerintah patut diapresiasi, DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan agar euforia peluncuran program ini tidak membuat pemerintah daerah dan masyarakat terlena, tanpa persiapan matang.

“Ini bukan hibah, ini pinjaman. Jangan sampai koperasi hanya jadi simbol semangat tanpa ada kesiapan pengelolaan. Kalau gagal, yang menanggung beban justru desa itu sendiri,” tegas Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono.

Sapto menyebut, Koperasi Merah Putih harus belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana Dana Desa Rp1 miliar sempat menuai persoalan akibat lemahnya tata kelola di tingkat bawah. Kali ini, tantangannya jauh lebih besar. Nilai pinjaman yang mencapai Rp3 miliar memerlukan kesiapan legalitas, model bisnis yang jelas, hingga sumber daya manusia yang mumpuni.

“Dalam enam tahun ke depan, pinjaman ini wajib dikembalikan ke bank-bank Himbara. Kalau salah kelola, bisa jadi bumerang,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kaltim terus bergerak cepat mempersiapkan ekosistem koperasi ini. Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji, memastikan, pembentukan legalitas koperasi ditarget rampung sebelum 12 Juli 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional.

“Kami sudah instruksikan percepatan ke notaris di seluruh kabupaten dan kota. Legalitas itu fondasi utama. Jangan sampai koperasi ini hanya formalitas di atas kertas,” kata Seno.

Pemprov Kaltim mencatat, sekitar 400 koperasi desa dinilai siap mengikuti program transformasi Koperasi Merah Putih. Namun, kesiapan itu tetap bergantung pada percepatan pembangunan sistem dan tata kelola yang kuat.

Sebagai informasi, program ini menjadi salah satu prioritas nasional. Bahkan, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan peluncuran nasional Koperasi Merah Putih pada 28 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. (Adv)

(MF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *