Ratusan pengurus dan anggota Majelis Taklim Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong adakan silahturahmi dengan Edi Damansyah selaku Bupati Kukar. Selain itu juga adakan sholawat Burdah kecamatan Tenggarong dan Kecamatan Loa Kulu yang berlokasi di Pendopo Odah Etam tenggarong pada Rabu 7/4/2025.
Menurut Hj Nani Trikorawati selaku Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan kalau kegiatan ini menjadi momen istimewa untuk pengurus Majelis Taklim yang dapat langsung bersilaturahmi dengan Edi dan kegiatan silaturahmi ini sudah lama dinantikan oleh jajaran pengurus. Diketahui, kegiatan ini turut dihadiri oleh sekitar 750 orang dari 130 Majelis Taklim yang terdiri dari pengurus dan anggota Majelis Taklim se Kecamatan Tenggarong dan Kecamatan Loa Kulu serta beberapa organisasi wanita, dan kelompok Shalawatan.
Ketua MDI M Bisron, Ketua FKUB Kukar H Harunnurasid, Perwakilan Kemenag dan Perwakilan Kabag Kesra Setkab Kukar turut menghadiri kegiatan silahturahmi. Dalam pertemuan kali ini, Hj Nani Trikora Wati ucapkan terima kasih ke Bupati Kukar yang mana telah memberikan bantuan berupa 12 buah Sound sistem ( Speaker ) untuk Majelis Taklim yang diambil , 75 buah mukena bagi peserta yang hadir , 200 buku yasin serta khitanan massal secara gratis untuk anak atau cucu pengurus Majelis Taklim.
Sementara itu, Edi juga ucapkan rasa terima kasih dan mengapresiasi pengurus dan anggota Majelis Taklim dan kelompok Sholawat, Yasinan dan Sholawat Burdah yang telah ikut mensukseskan Program Gerakan Etam Mengaji maupun kegiatan lainnya. Ia sampaikan pesan terkait kegiatan ini.
“ Tolong kegiatan Gema ini dikawal dan dilaksanakan dengan baik.Apapun yang dilakukan oleh Pemkab Kukar didalam kebijakan rencana strategi visi misi Pemkab Kukar itu semua landasannya adalah sesuai kondisi ditengah masyarakat Kukar . Salah satunya terkait pemenuhan sumber daya manusia SDM dibidang keagamaan khususnya dibidang Al Quran . Memang Program Gema ini hanya satu tahun atau 12 bulan, memang ada yang mengkritik Pemkab Kukar bahwa tidak mungkin dalam 12 bulan itu bisa hafal 30 juz tapi target kita bukan hafal 30 juz minimal 10 juz, tapi dipastikan anak kampung yang belajar Al Quran dengan benar dan dia pulang kekampungnya mengurus masjid dan menjadi guru mengaji , itulah target tujuan kita. Tapi ada anak dari Kecamatan Marang Kayu ( Desa Sambera ) sudah hafal 30 juz,” ucap Edi.
Gerakan Etam Mengaji ini tidak hanya terlepas dari memastikan bahwa Pemkab Kukar turutt hadir bersama dengan umat muslim yang terkait dengan belajar Al Quran yang sudah dilakukan pada lingkungan masing – masing.
“Bisa dari rumah ,ada ibunya yang mengajari anaknya, membuka pengajian dirumah – rumah maupun dalam bentuk kelembagaan Tilawatil Quran, TPA semua sudah berjalan. Pemkab Kukar hanya menguatkan karena ini sudah dilaksanakan oleh umat muslim Kukar, para alim ulama, ustadz ustadzah yang aktif sekali dalam kegiatan keagamaan seperti yang dilakukan ibu –ibu yang aktif dalam Majelis Taklim di Kukar,” jelasnya.
Ia berharap terkait gerakan mengaji ini.
“Majelis Taklim tolong dilaksanakan dan dikembangkan di Majelis Taklim dilingkungan masing – masing ,kalau ini bisa kita laksanakan dengan baik , kalau kita bisa membaca Al Quran dengan baik, kita memahami isinya dengan baik dan melaksanakannya sesuai dengan kemampuan kita masing – masing, sebab kemampuan kita berbeda, kita harus belajar terus, laksanakan sesuai dengan kemampuan kita masing masing. Tapi yang harus dibangun dan tumbuh adalah kemauan secara personal , kesadaran kita secara pribadi untuk terus belajar, usia boleh tua namun semangat harus muda,” ungkapnya.
“Visi Misi Kukar Idaman 2021-2026 berlanjut ke 2025 – 2030 karena pada Pemilihan Suara Ulang PSU pengganti Edi Damansyah yaitu Aulia Rahman itu adalah titisan Edi Damansyah dan tidak ada perubahan visi misi program yang sudah ditetapkan. Misalkan diantaranya bagaimana kami memahami kondisi kehidupan sosial kemasyarakatan dan keagamaan di Kukar , bagaimana kami memahami keberadaaan kekuatan sosial ibu-ibu yang terhimpun di Majeis Taklim, bagaimana kami memahami pengembangan Tilawatil Quran yang telah berjalan, bahwa apa yang tercapai ini, bukan hanya sepihak peran pemerintah tapi yang lebih besar adalah peran komponen masyarakat seperti yang terhimpun dalam Majelis Taklim, makanya kedepan Pemkab Kukar telah membuat program bantuan Rp 25 Juta untuk Majelis Taklim sesuai kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Keagamaan, program terima kasih guru ngajiku dan lain sebagainya, karena Edi menyadari bahwa dalam pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kaltim, Kukar enam kali berturut turut menjadi juara umum tapi didalam capaian tersebut tidak ada yang ditanyakan siapa guru ngajinya. Dan berangkat dari kegiatan tersebut Pemkab Kukar telah memprogramkan terima kasih guru ngajiku, sebagai bentuk apresiasi penghargaan terhadap guru ngaji dalam bentuk umroh gratis atau insentif , demikian juga untuk para imam masjid, penggali kubur dan berbagai bidang sosial kemasyarakatan,” lanjutnya.
“Harus mengawal program ini dengan baik, kita rajut kebersamaan kita laksanakan kiprah dan profesi kita masing – masing yang sudah kita lakoni dengan baik, dengan harapan niat yang tulus untuk kebersamaan, apapun yang dilakukan Lillahi Ta’ala untuk kemaslahatan umat dan kemanfaatan kepada masyarakat dan sesama kita,” pungkasnya.***












