Rumah Layak Huni Kecamatan Marangkayu Diresmikan Bupati Kukar

Rumah layak huni Kecamatan Marangkayu diresmikan oleh Edi Damansyah selaku Bupati Kukar. Kala itu Edi dan rombongan menggunakan Motor Gede (Moge) melanjutkan perjalanan ke Desa Prangat Baru Kecamatan Marang Kayu.

Selain meresmikan rumah layak huni, ia melakukan peninjauan lokasi Rest Area Perangkat Baru Kecamatan Marangkayu, di Lokasi rumah layak huni, Desa Prangat Kecamatan Marangkayu pada Minggu 19/01/25.

Bersama Dandim 0908/Bontang Letkol Infantri Aryo Bagus Daryanto, Edi Damansyah turut didampingi oleh Kades Prangat Baru Fitriati, Kepala DPMPD Kukar Arianto, kepala Distanak Kukar Muhammad Taufik, Kepala Dinas PU Kukar Wiyono meresmikan rumah layak huni dengan menggunting pita, menempel nomor rumah yang telah diberi nama penghuni dan memotong nasi tumpeng.

“Kami atas nama pemerintah Kabupaten Kukar mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya dengan Kodim 0908/Bontang melalui karya bakti salah satunya, bedah rumah tidak layak huni. Semoga nanti kerjasama ini bisa dilanjutkan lagi, terkait dengan program kami yaitu, program pangan dan pengentasan kemiskinan,” kata Edi.

“Bedah rumah tidak layak huni akan terus dilanjutkan. Kepada Kades agar bisa mengawal, karena rumah adalah salah satu variabel dari 14 variabel dalam pengentasan kemiskinan, namun setelah rumah yang utama adalah ekonominya,” sambungnya.

“Selanjutnya nanti jika mata pencariannya sebagai petani yang tidak punya lahan dan ada lahan yang belum optimal digarap. Harap bisa dikawal oleh kades dari memberi bantuan, memberikan pelatihan dan lainnya , sehingga nanti keluarga penerima manfaat bedah rumah ini bisa tertata perekonomiannya,” jelasnya.

“Pengawalannya jangan sampai terhenti dengan pemberian bantuan rumah layak huni saja. Harus ada pengawalan keberlanjutan seperti dilihat dari anak – anaknya, harus terus melanjutkan pendidikan dan kemudian hari akan ada program 1 keluarga 1 sarjana yang dikhususkan untuk keluarga pra sejahtera,” ungkap Bupati Kukar.

“Peran Kades sangat penting dalam hal ini untuk mengawal keluarga prasejahtera, jangan hanya sampai dibedah rumah dan selesai sedangkan hal lainnya tidak diperhatikan dan persoalan kemiskinan tidak akan pernah tuntas,” pungkasnya

Ia berharap kalau harus banyak evaluasi atas kinerja para kades selama ini. Hal ini agar pada mendatang itu hal – hal yang belum sempat dilakukan demi perbaikan harus segera dilakukan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *