Aktualkaltim.com, Samarinda – Krisis yang mengancam populasi Pesut Mahakam mendorong Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, untuk menyerukan kolaborasi lintas sektor dalam upaya penyelamatan mamalia langka tersebut. Ia menilai kondisi pesut yang kian mengkhawatirkan tak bisa lagi ditanggapi dengan sikap pasif.
“Pesut Mahakam bukan sekadar fauna endemik, tapi juga simbol penting ekosistem Sungai Mahakam dan kekayaan hayati Kalimantan Timur. Kalau kita tidak bertindak sekarang, bisa jadi kita kehilangan spesies ini selamanya,” ujar Sarkowi, Kamis (24/7/2025).
Anggota Komisi III itu menjelaskan, pesut memiliki siklus hidup yang sangat terbatas—hanya bisa berkembang biak maksimal tiga kali selama hidup dan rata-rata hanya hidup hingga usia 40 tahun. Fakta ini, menurutnya, menambah urgensi perlindungan yang lebih serius dan terukur.
Ia mendorong agar penyelamatan pesut menjadi gerakan bersama. Tak hanya pemerintah daerah dan pusat, tapi juga dunia usaha serta komunitas masyarakat harus terlibat aktif dalam strategi konservasi yang terpadu.
“Ini bukan tugas satu lembaga. Harus ada koordinasi kuat antar-instansi, termasuk tanggung jawab industri yang beraktivitas di sekitar habitat pesut,” tegasnya.
Sarkowi juga mendesak agar pemerintah segera menyusun peta jalan penyelamatan Pesut Mahakam. Peta jalan itu, menurutnya, harus mencakup edukasi publik, penguatan regulasi lingkungan, dan alokasi anggaran khusus untuk konservasi jangka panjang.
“Kita perlu roadmap yang jelas agar tidak bergerak sporadis. Edukasi masyarakat dan keterlibatan semua pihak adalah kunci,” tutupnya. (adv)












