Aktualkaltim.com, Samarinda – Ancaman narkoba yang kian mengintai generasi muda di Kalimantan Timur kembali menjadi perhatian serius Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sayid Muziburrachman. Ia menyerukan agar para pemuda, khususnya di Samarinda, tidak sekadar menjauhi narkoba, tapi juga berani tampil sebagai ujung tombak dalam memerangi peredarannya.
“Narkoba adalah musuh kita bersama. Saya mengajak anak-anak muda Kalimantan Timur, terutama di Samarinda, untuk memerangi narkoba secara aktif,” ujar Sayid.
Menurutnya, narkoba bukan hanya merusak individu, tetapi juga mengancam masa depan bangsa secara keseluruhan. Efek jangka panjang dari penyalahgunaan narkotika dapat merusak sistem saraf otak dan menghancurkan potensi generasi muda yang seharusnya menjadi kekuatan pembangunan.
Sayid menambahkan bahwa peredaran narkoba kini semakin terorganisir dan menyasar kelompok usia produktif, termasuk pelajar dan mahasiswa. Dalam kondisi ini, peran pemuda menjadi krusial, baik melalui penyuluhan, kampanye kesadaran, hingga pengawasan sosial yang dimulai dari lingkungan terkecil.
“Sekarang modusnya makin canggih, bahkan banyak yang tidak sadar sedang jadi target. Kalau pemuda tidak aktif, maka akan lebih banyak korban,” katanya.
Melalui kepemimpinannya di SOKSI Kaltim, Sayid berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan-kegiatan positif yang mampu menekan budaya konsumtif dan menjauhkan generasi muda dari bahaya narkoba. Ia mendorong agar kampanye antinarkoba dikemas dalam format kreatif dan dekat dengan keseharian anak muda, seperti lewat media sosial, musik, dan forum diskusi terbuka.
“Pesan moral tak cukup disampaikan secara formal. Harus pakai pendekatan bahasa yang dipahami anak muda. Musik, medsos, atau bahkan konten digital bisa jadi senjata kita,” tuturnya.
Sayid juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat sipil, aparat penegak hukum, dan organisasi kepemudaan dalam menciptakan sistem pertahanan sosial yang kuat terhadap narkoba. Ia mengingatkan, pemuda tak boleh hanya menjadi korban dari jaringan narkoba, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi.
“Transformasi peran pemuda sangat penting. Dari objek menjadi subjek perubahan. Mereka harus jadi garda terdepan,” pungkasnya.
Pernyataan Sayid menjadi pengingat bahwa persoalan narkoba tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada aparat. Butuh kolaborasi luas, pendekatan yang membumi, dan kesadaran kolektif agar Kaltim bisa benar-benar bebas dari ancaman narkotika. (adv)












