Aktualkaltim.com, Samarinda – Masalah klasik kekurangan air bersih kembali mencuat di tengah masyarakat Samarinda. Kali ini, sorotan tertuju pada warga Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, yang sudah puluhan tahun berjuang mendapatkan akses air bersih yang layak.
Dalam reses yang digelar Anggota DPRD Kaltim, Sayid Muziburrachman, keluhan warga terkait krisis air bersih ini menjadi topik utama. Ironisnya, wilayah yang terletak di pusat kota ini masih belum sepenuhnya terlayani oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Sejak tahun 1980-an, sebagian besar warga di sini masih mengandalkan sumur atau membeli air tangki. Ini adalah masalah yang sangat serius dan harus segera diatasi,” tegas Sayid.
Politisi Partai Golkar ini menyoroti bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan dan tidak sesuai dengan status Samarinda sebagai kota besar. “Warga Sempaja Selatan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses air bersih yang layak,” ujarnya.
Sayid mendesak PDAM untuk segera mengambil langkah konkrit dalam mengatasi masalah ini. Ia juga meminta pemerintah daerah untuk memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami berharap pemerintah dapat mengalokasikan anggaran yang cukup untuk penyediaan infrastruktur air bersih di wilayah ini,” kata Sayid.
Keluhan warga Sempaja Selatan ini menjadi pengingat bagi pemerintah bahwa masih banyak masyarakat yang belum menikmati fasilitas dasar yang memadai.
(MF/Adv/DPRDKaltim)












