Aktualkaltim.com, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, kembali menyoroti masalah klasik yang tak kunjung tuntas di Kabupaten Paser. Dalam keterangannya di Gedung DPRD Kaltim, ia menegaskan bahwa keluhan masyarakat Paser dari tahun ke tahun masih berkutat pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta kebutuhan alat produksi bagi petani dan nelayan.
Politisi perempuan ini mengaku secara konsisten memilih Paser sebagai lokasi reses sejak periode pertamanya menjadi anggota dewan. Menurutnya, berbagai aspirasi yang diterima selalu mengerucut pada permasalahan mendasar yang belum juga teratasi.
“Kalau reses, saya pasti ke Paser. Dan selalu saja yang dikeluhkan itu-itu lagi. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kebutuhan ekonomi seperti alat tangkap, pupuk, serta mesin,” ujar Yenni.
Ia menyebutkan, masyarakat pesisir di Paser kerap menyuarakan keterbatasan alat tangkap ikan dan minimnya akses pelayanan dasar. Sementara di sektor pertanian, banyak petani meminta bantuan pupuk dan alat mesin pertanian untuk meningkatkan hasil produksi.
Tak hanya itu, kondisi fasilitas pendidikan dan kesehatan di beberapa wilayah terpencil masih jauh dari layak. Yenni menuturkan, banyak sekolah rusak dan akses ke layanan kesehatan yang sulit dijangkau menjadi kendala nyata yang terus muncul dalam agenda resesnya.
“Jembatan longsor, banjir yang tak tertangani, listrik belum merata—itu masih jadi kenyataan di lapangan. Belum banyak berubah,” ucapnya prihatin.
Meski begitu, Yenni mengakui bahwa beberapa usulan warga sudah masuk dalam skema Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim. Namun keterbatasan anggaran membuat tidak semua permintaan bisa langsung terpenuhi.
Ia pun menegaskan pentingnya keberlanjutan skema Bankeu dan sinergi antarpemerintah agar pembangunan di daerah bisa benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kuncinya sinergi antara provinsi dan kabupaten. Supaya program pembangunan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan rakyat,” tutupnya. (adv)












