Aktualkaltim,Samarinda — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Timur menilai penghargaan yang diberikan Presiden Republik Indonesia kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, H. Addin Jauharudin, sebagai bukti nyata kerja organisasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk di Kalimantan Timur.
Penghargaan tersebut diserahkan Presiden RI dalam rangkaian kegiatan Panen Raya dan Penguatan Program Swasembada Pangan Nasional. Presiden mengapresiasi kontribusi aktif GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengorganisasian kader hingga tingkat desa.
Ketua PW GP Ansor Kalimantan Timur, H. Murjani, S.H.I., menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol kehormatan personal, melainkan pengakuan negara atas kerja kolektif kader Ansor di seluruh daerah.
“Ini bukan penghargaan untuk satu orang, melainkan untuk seluruh kader Ansor yang bekerja tanpa sorotan. Di Kalimantan Timur, kader Ansor dan Banser hadir di sawah, kebun, desa, dan di tengah masyarakat. Presiden hanya mengesahkan apa yang selama ini telah kami kerjakan,” ujar Murjani di Samarinda, Jumat.
Murjani menjelaskan, di Kalimantan Timur kader GP Ansor secara konsisten terlibat dalam pendampingan petani lokal, penguatan ketahanan pangan berbasis desa, serta pengawalan stabilitas sosial di wilayah strategis penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kader Ansor Kaltim terlibat langsung dalam program pertanian rakyat, pengamanan distribusi pangan, hingga penguatan ekonomi pemuda desa. Ini kerja sunyi, tetapi dampaknya nyata. Penghargaan Presiden justru menjadi pengingat agar kerja ini ditingkatkan, bukan dirayakan secara berlebihan,” katanya.
Menurut Murjani, posisi Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga IKN menuntut Ansor untuk lebih disiplin, terukur, dan relevan dalam berkontribusi terhadap agenda pembangunan nasional.
“Kami sadar Kaltim bukan wilayah biasa. Ada IKN, ada tantangan sosial-ekonomi, serta potensi konflik lahan dan ketimpangan. Ansor harus hadir sebagai kekuatan stabilisator, bukan sekadar organisasi seremonial,” tegasnya.
PW GP Ansor Kalimantan Timur, lanjut Murjani, terus mendorong penguatan program strategis, antara lain ketahanan pangan lokal, pemberdayaan ekonomi pemuda, penguatan wawasan kebangsaan, serta kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah.
Ia menambahkan, penghargaan Presiden RI kepada Ketua Umum GP Ansor harus dimaknai sebagai tanggung jawab moral dan kebangsaan.
“Penghargaan ini tidak boleh membuat Ansor berpuas diri. Justru menjadi alarm bahwa ekspektasi negara terhadap Ansor semakin tinggi. Jika lengah, kepercayaan itu bisa hilang,” pungkas Murjani.
PW GP Ansor Kalimantan Timur memastikan akan terus menjaga garis perjuangan organisasi sebagai kekuatan pemuda Islam yang produktif, nasionalis, dan berorientasi pada solusi nyata bagi rakyat, sejalan dengan kebijakan nasional dan kepentingan daerah.








